Gresik, Senin 29 Desember 2025 — Di penghujung tahun 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APITU Jawa Timur resmi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMK Muhammadiyah 1 Bungah, Gresik. Kegiatan ini dirangkai dengan acara Presentasi Workshop ICE Tube yang bertempat di Gedung SMK Muhammadiyah 1 Gresik.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, beserta jajaran pengurus, perwakilan 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bungah, Mukromin Latif, S.Pd., beserta jajaran manajemen sekolah dan para guru pengajar.

Presentasi Workshop ICE Tube

Kegiatan diawali dengan sesi pertama berupa Presentasi Workshop ICE Tube yang disampaikan oleh M. Afrizal. Workshop ini bertujuan sebagai pengenalan sekaligus pelatihan teknis mengenai sistem refrigerasi industri, khususnya mesin pembuat es kristal berbentuk tabung (ice tube/es loli). Materi ini dinilai sangat penting bagi teknisi pendingin, pelaku usaha pabrik es, maupun pelajar jurusan teknik mesin.

Dalam pemaparannya, M. Afrizal menjelaskan bahwa mesin ice tube yang dimiliki SMK Muhammadiyah 1 Bungah memiliki kapasitas produksi hingga 1 ton per hari. Mesin tersebut telah beroperasi dan dalam waktu sekitar 3–4 jam mampu menghasilkan delapan kantong es tube dengan berat masing-masing 5 kilogram. Proses produksi ice tube ini menggunakan air dengan kandungan pH 4.

Presentasi Proses Produksi Air Mineral

Sesi kedua diisi dengan presentasi mengenai proses produksi air mineral dan pengemasan yang disampaikan oleh Muchlisin, S.T. Materi ini menitikberatkan pada teknologi filtrasi, sistem water treatment, serta pemenuhan regulasi kesehatan pada produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Muchlisin menjelaskan tahapan pengolahan air yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 1 Bungah, dimulai dari pengambilan air tanah pada kedalaman sekitar 200 meter. Air tersebut kemudian melalui beberapa tahap penyaringan hingga masuk ke proses sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV) sebelum akhirnya masuk ke tahap pengemasan. Saat ini, SMK Muhammadiyah 1 Bungah telah mampu memproduksi air minum kemasan dalam bentuk gelas dan botol ukuran 600 ml dengan pH 8.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, dan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bungah, Mukromin Latif, S.Pd. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, dengan ruang lingkup kerja sama meliputi:

  1. Program guru tamu di sekolah
  2. Penyediaan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa
  3. Pelatihan dan training untuk guru dan siswa
  4. Pelaksanaan uji kompetensi
  5. Penyerapan tenaga kerja

Sambutan dan Harapan

Dalam sambutannya, Ketua DPD APITU Jawa Timur Ihat Rustandi menyampaikan bahwa di era globalisasi saat ini, kolaborasi yang erat antara industri dan dunia pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Melalui kerja sama ini, diharapkan APITU Jawa Timur dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan vokasi di wilayah Jawa Timur. Ia juga berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi DPC-DPC APITU lainnya untuk terus meningkatkan kredibilitas dan integritas organisasi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bungah, Mukromin Latif, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada APITU Jawa Timur. Menurutnya, di tengah perkembangan industri yang sangat pesat, dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara kurikulum sekolah dan kebutuhan dunia kerja merupakan sebuah keharusan agar lulusan siap bersaing dan memiliki kompetensi yang relevan.

Factory Tour

Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta dari APITU Jawa Timur diajak mengikuti factory tour untuk meninjau secara langsung fasilitas dan proses produksi ice tube yang dimiliki SMK Muhammadiyah 1 Bungah.

DPD APITU Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada SMK Muhammadiyah 1 Bungah Gresik serta seluruh rekan-rekan APITU Jawa Timur yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diharapkan kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

Dilaporkan Oleh Biro IT dan Publikasi DPD Jawa Timur
Fariz-

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *