SURABAYA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktisi pendingin melalui penyelenggaraan Seminar dan Presentasi Workshop bertajuk “Best Practice Efisiensi Tata Udara Untuk Masa Depan Berkelanjutan”. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Gedung Teater A, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara DPD APITU Jawa Timur dengan PT Industri Tata Udara Indonesia (Airconco), CV Jagatronics Technology, serta SMK Muhammadiyah 1 Bungah. Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi strategis antara organisasi profesi, dunia industri, dan kalangan akademisi dalam mendorong pengembangan teknologi tata udara yang efisien dan berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektor

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara Aris Adi Stiawan, serta dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari beragam institusi. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang diwakili oleh Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi, Dr. Ir. Endroyono, DEA, turut hadir memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara ini.

Seminar ini juga diikuti oleh peserta dari 17 Dewan Pengurus Cabang (DPC) APITU, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan dan organisasi, di antaranya rekan-rekan ASISI, SMK Muhammadiyah 1 Gresik, SMK Trisakti Tulangan, SMKN 1 Sidoarjo, SMKN 1 Cerme, dan SMK Katholik St. Yusup Blitar.

Sebelum rangkaian acara dimulai, kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Harisul Muttaqin sebagai harapan agar seluruh agenda berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Sambutan Penuh Inspirasi

Dalam sambutannya, Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang hadir.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan ilmu dan keterampilan rekan-rekan. Ke depan, kami ingin anggota APITU tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu tampil sebagai narasumber dan ahli di berbagai forum,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Endroyono, DEA menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan dalam dunia teknologi. Ia menyampaikan bahwa inovasi dan praktik berkelanjutan harus terus didukung oleh semua pihak, termasuk akademisi, guna menjawab tantangan masa depan.

Bedah Materi Teknis

Seminar dan workshop ini menghadirkan tiga sesi utama yang relevan dengan perkembangan industri HVAC saat ini:

Sesi pertama, Cooling Load Capacity Building, disampaikan oleh Eko Pranoto dari PT Industri Tata Udara Indonesia (Airconco). Materi ini membahas secara komprehensif tentang perhitungan beban pendinginan, baik dari sumber panas internal maupun eksternal, guna memastikan sistem pendingin bekerja secara efisien dan optimal.

Sesi kedua, Sistem Ducting dan Metode Kalkulasi, dibawakan oleh Haryo Setiawan. Ia menjelaskan pentingnya perancangan sistem ducting yang tepat untuk memastikan distribusi udara merata, pengendalian kebisingan, serta peningkatan kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality/IAQ).

Sesi terakhir, Pencegahan Emisi Refrigeran dan Aksi Berkelanjutan, disampaikan oleh Erik Cahyanta dari PT Recoolit Bumi Lestari. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa teknisi memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi perubahan iklim, khususnya melalui pengelolaan refrigeran yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara APITU dan Recoolit selama dua tahun terakhir menjadi bukti nyata kontribusi terhadap upaya dekarbonisasi nasional.

Penutup dan Ramah Tamah

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang berlangsung di setiap akhir pemaparan materi. Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut memberikan cenderamata kepada pihak ITS dan para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota serta mitra industri.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, DPD APITU Jawa Timur kembali membuktikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mewujudkan industri tata udara yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan di masa depan.

Dilaporkan oleh Biro IT dan Publikasi DPD Jawa Timur
Fariz-

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *