KEDIRI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APITU Kediri sukses menyelenggarakan agenda tahunan Kopi Darat (Kopdar) sekaligus Halalbihalal pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di UPT BLK Gedangsewu ini mengusung tema “Auto-Pilot Business: Sistem Praktis Pertumbuhan Jasa AC yang Berjalan Sendiri.”
Mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan dunia usaha saat ini, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para praktisi pendingin dan tata udara untuk meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi teknis maupun strategi pengelolaan bisnis jasa AC yang modern dan berkelanjutan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD APITU Jawa Timur, di antaranya Ketua DPD Jatim Ihat Rustandi dan Sekretaris DPD Jatim Moch. Fachrur Rozy. Kehadiran keduanya memberikan motivasi dan semangat bagi seluruh anggota DPC APITU Kediri yang hadir dengan penuh antusias.


Pentingnya Sistem dan Database Customer
Sesi utama dalam kegiatan ini diisi dengan workshop bisnis yang menghadirkan H. Aris Adi Stiawan sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi dan pembangunan sistem bisnis yang terstruktur dalam menghadapi persaingan industri jasa yang semakin dinamis.
Menurutnya, keberhasilan bisnis jasa AC di era globalisasi tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan teknis atau kehadiran pemilik usaha setiap saat, melainkan ditentukan oleh kemampuan membangun sistem kerja yang efektif dan database pelanggan yang tertata dengan baik.
“Dalam membangun bisnis di era globalisasi, kunci utamanya adalah menciptakan dan membangun database customer dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perkembangan zaman.”
Beliau juga menjelaskan bahwa pengelolaan data pelanggan yang baik akan membantu pelaku usaha menciptakan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berkesinambungan, sehingga bisnis dapat terus berkembang secara otomatis melalui sistem yang telah dibangun.
Resiliensi Jadi Skill Utama Masa Depan
Selain membahas strategi bisnis, workshop ini juga mengupas tantangan dunia usaha di masa mendatang. Dalam sesi tersebut disampaikan bahwa kecerdasan intelektual (IQ), kemampuan akademis, maupun keterampilan teknikal saja tidak lagi cukup untuk menjamin keberlangsungan sebuah usaha.


Salah satu kemampuan paling penting yang harus dimiliki praktisi saat ini adalah resiliensi, yaitu kemampuan psikologis untuk bangkit, beradaptasi, dan bertahan di tengah tekanan maupun situasi sulit.
“Resiliensi bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana kita mampu melakukan pemulihan (recovery) dengan cepat dan muncul menjadi pribadi yang lebih kuat setelah melewati pengalaman yang tidak menyenangkan.”
Materi tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya membangun mentalitas tangguh dalam menghadapi perubahan industri, perkembangan teknologi, dan dinamika persaingan bisnis yang terus bergerak cepat.
Penutup Penuh Kebersamaan
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi Halalbihalal dan foto bersama dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat solidaritas sesama praktisi pendingin dan tata udara di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Melalui kegiatan Kopdar dan Halalbihalal ini, diharapkan anggota APITU Kediri tidak hanya semakin kompeten dalam bidang teknis, tetapi juga memiliki pola pikir bisnis yang sistematis, modern, dan tangguh dalam menghadapi tantangan industri pendingin di masa depan.
Dilaporkan oleh Biro IT dan Publikasi DPD Jawa Timur
Fariz-


Belum ada komentar