MOJOKERTO, 15 Agustus 2026 — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APITU Mojokerto sukses menggelar kegiatan Kopi Darat (Kopdar) dengan mengusung tema “Bisnis Naik Kelas dengan BMC”, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung di Jl. Karimun Jawa No. 5, Kota Mojokerto.
Kopdar menjadi momentum bagi keluarga besar DPC APITU Mojokerto untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan dan kapasitas anggota dalam mengembangkan usaha. Tidak hanya menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang belajar bersama untuk membangun pola pikir bisnis yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Hadir sebagai mentor sekaligus pemateri, Aris Adi Stiawan, Wakil Ketua DPD APITU Jawa Timur sekaligus praktisi HVACR. Turut hadir Ketua DPC APITU Mojokerto, Andreas Wardoyo, beserta jajaran pengurus dan anggota DPC APITU Mojokerto.

Kebersamaan Menjadi Kekuatan
Dalam sambutannya, Ketua DPC APITU Mojokerto Andreas Wardoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aris Adi Stiawan yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta berbagi pengetahuan kepada para anggota.
Andreas berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk memperoleh wawasan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.
“Kesuksesan yang dibangun dengan dasar kebersamaan, jauh lebih mulia daripada kesuksesan yang dibangun atas dasar keegoisan,” ujar Andreas.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga kolaborasi, solidaritas, dan kemauan untuk tumbuh bersama.
Membawa Bisnis Naik Kelas dengan Business Model Canvas
Memasuki sesi utama, Aris Adi Stiawan menyampaikan materi bertajuk “Bisnis Naik Kelas dengan BMC”.
Business Model Canvas (BMC) merupakan kerangka kerja visual yang membantu pelaku usaha dalam merancang, menguji, mengevaluasi, serta menyederhanakan model bisnis dalam satu halaman. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat melihat gambaran bisnis secara lebih menyeluruh dan melakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan usaha.
Dalam pemaparannya, Aris menjelaskan sembilan elemen utama Business Model Canvas, yang menjadi satu kesatuan dalam menggambarkan bagaimana sebuah bisnis menciptakan nilai, menyampaikan nilai kepada pelanggan, serta menghasilkan pendapatan.
Pendekatan BMC dinilai relevan bagi para praktisi HVACR yang tidak hanya berperan sebagai teknisi, tetapi juga dituntut mampu mengelola usaha, membangun hubungan dengan pelanggan, mengembangkan layanan, hingga menentukan strategi pertumbuhan bisnis.
Menyederhanakan Cara Melihat Bisnis
Aris juga menjelaskan berbagai manfaat BMC dalam pengelolaan usaha. Salah satunya adalah membantu pelaku bisnis memahami keseluruhan model bisnis secara ringkas dan sistematis.
Dengan menuangkan berbagai aspek usaha ke dalam satu lembar, pelaku usaha dapat lebih mudah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta bagian-bagian bisnis yang masih perlu diperbaiki.
Bagi anggota DPC APITU Mojokerto, pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha jasa HVACR secara lebih profesional, terukur, dan memiliki arah pertumbuhan yang jelas.


Diskusi Hangat, Peserta Antusias
Kegiatan berlangsung dalam suasana serius namun tetap santai. Interaksi antara pemateri dan peserta terlihat aktif melalui sesi tanya jawab serta diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis.
Aris tidak hanya menyampaikan teori, tetapi turut membagikan pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya selama menjalankan bisnis dengan pendekatan BMC. Pengalaman tersebut membuat materi yang disampaikan terasa lebih dekat dengan realitas dan tantangan yang dihadapi para anggota DPC APITU Mojokerto.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keseriusan mereka mencatat berbagai poin penting selama pemaparan berlangsung. Sejumlah peserta bahkan terus mengikuti diskusi meski kegiatan berlangsung hingga malam hari.
Semangat tersebut menunjukkan adanya keinginan kuat dari para anggota DPC APITU Mojokerto untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.
Dari Rencana Menuju Aksi Nyata
Menjelang akhir sesi, Aris memberikan sebuah pertanyaan sekaligus dorongan kepada para peserta:
“Jika ingin merubah bisnis menjadi lebih baik, apa yang harus dilakukan di esok harinya?”
Pertanyaan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh peserta bahwa perubahan dalam bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki rencana. Sebuah strategi harus diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan nyata.
Evaluasi, kemauan untuk belajar, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjalankan rencana menjadi bagian penting dalam proses membawa sebuah usaha menuju level yang lebih tinggi.
Kopdar DPC APITU Mojokerto kali ini pun tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat belajar dan membangun perspektif bisnis yang lebih terarah.
Melalui kegiatan seperti ini, DPC APITU Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam mendorong para anggota untuk tidak hanya menjadi praktisi HVACR yang kompeten secara teknis, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan bisnis secara profesional.
Merencanakan bisnis berarti menyiapkan arah. Mengambil tindakan berarti menentukan masa depan.
Dilaporkan oleh Biro IT dan Publikasi DPD Jawa Timur
-Fariz


sangat membatu para teknisi untuk memulai cara mengembangkan bisnisnya