<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Litbang Arsip - APITU Indonesia</title>
	<atom:link href="https://apitu.org/tag/litbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://apitu.org/tag/litbang/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2026 07:26:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://apitu.org/wp-content/uploads/2024/02/logo.png</url>
	<title>Litbang Arsip - APITU Indonesia</title>
	<link>https://apitu.org/tag/litbang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPP APITU Indonesia Jadi Narasumber Cooling Care 2 Polindra, Bahas Peran AHU dalam Kualitas Udara</title>
		<link>https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/</link>
					<comments>https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mujiono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 07:26:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPP]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Litbang]]></category>
		<category><![CDATA[Nara Sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://apitu.org/?p=123358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apitu.org~Indramayu, 12 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata ... <a class="cz_readmore" href="https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/"><i class="fa czico-189-arrows-1" aria-hidden="true"></i><span>Baca Selengkapnya</span></a></p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/">DPP APITU Indonesia Jadi Narasumber Cooling Care 2 Polindra, Bahas Peran AHU dalam Kualitas Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Apitu.org~Indramayu, 12 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (DPP APITU Indonesia) menjadi narasumber dalam kegiatan Cooling Care 2 yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra), Rabu (12/2).</p>



<p>Mengusung tema “Air Handling Unit (AHU): Dasar, Fungsi, dan Perannya dalam Kualitas Udara”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Suhengki, A.Pi., M.T., Kepala Litbang dan SDM DPP APITU Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Suhengki menjelaskan secara mendetail mengenai konsep dasar Air Handling Unit (AHU), prinsip kerja, komponen utama, hingga peran strategisnya dalam menjaga kualitas udara di berbagai jenis bangunan.</p>



<p>Menurutnya, AHU merupakan salah satu komponen vital dalam sistem tata udara yang berfungsi untuk mengkondisikan dan mensirkulasikan udara sebagai bagian dari sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). “Pemahaman yang baik tentang AHU sangat penting, terutama bagi mahasiswa teknik pendingin dan tata udara, karena sistem ini berperan besar dalam menjaga kenyamanan, kesehatan, dan efisiensi energi suatu bangunan,” jelasnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="575" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-1024x575.jpeg" alt="" class="wp-image-123361" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-1024x575.jpeg 1024w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-300x169.jpeg 300w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-768x432.jpeg 768w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-1536x863.jpeg 1536w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59-600x337.jpeg 600w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-13.42.59.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"> Dr. Suhengki, A.Pi., M.T.</figcaption></figure>



<p>Dr. Suhengki juga menekankan pentingnya kualitas udara dalam ruang (indoor air quality) yang berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas penghuni bangunan. Ia memaparkan bagaimana AHU bekerja melalui proses penyaringan, pendinginan atau pemanasan, pengaturan kelembapan, serta distribusi udara yang terkontrol untuk memastikan standar kualitas udara terpenuhi.</p>



<p>Acara Cooling Care 2 dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi TPTU Polindra. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPP APITU Indonesia yang telah berbagi ilmu dan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Sebelumnya, Pembina Himpunan Mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa, serta Ketua Panitia turut memberikan sambutan dan menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang tata udara.</p>



<p>Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian DPP APITU Indonesia terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik pendingin dan tata udara. Selain itu, partisipasi DPP APITU Indonesia dalam kegiatan ini juga merupakan implementasi konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani bersama Polindra.</p>



<p>Melalui kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor tata udara dan sistem pendingin.<br><br>Dipublikasikan oleh : Mujiono <em>[Waketum Bidang Keorganisasian Periode 2023-2028]</em></p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/">DPP APITU Indonesia Jadi Narasumber Cooling Care 2 Polindra, Bahas Peran AHU dalam Kualitas Udara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://apitu.org/dpp/dpp-apitu-indonesia-jadi-narasumber-cooling-care-2-polindra-bahas-peran-ahu-dalam-kualitas-udara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagian Bagian Control AC Split dan Fungsinya Bagian 1</title>
		<link>https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/</link>
					<comments>https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Biro Litbang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2018 03:18:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DPP]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Litbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://apitu.org/?p=1532</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apitu.org&#8211;Teknologi- Sebuah perangkat mesin Pendingin Air Conditioner mempunyai beberapa bagian Kontrol, berikut akan kita bahas ... <a class="cz_readmore" href="https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/"><i class="fa czico-189-arrows-1" aria-hidden="true"></i><span>Baca Selengkapnya</span></a></p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/">Bagian Bagian Control AC Split dan Fungsinya Bagian 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apitu.org&#8211;Teknologi- Sebuah perangkat mesin Pendingin Air Conditioner mempunyai beberapa bagian Kontrol, berikut akan kita bahas secara menyeluruh</p>
<ol>
<li><strong>Microcontrol </strong><br />
Micro control Merupakan IC yg  dapat di Program sesuai dengan kebutuhan,Misalkan Untuk Control AC maka IC di program untuk dapat menunjang Kinerja dari AC,Seperti Membaca suhu Temperatur indoor,Temperature Ambient,Mengetahui Kecepatan Fan,Delay Kompressor,Sistem Proteksi dan error indicator.Program nantinya akan mengolah data data tersebut menjadi sebuah Logika untuk menjalan kan system dengan aman.<br />
IC micro control Terdiri dari Beberpa Pin in/out,Pin in menerima masukan  Dari Sensor dan Tombol Seperti Thermis Ruangan,Thermis Pipa,Sensor Tegangan,Sensor Kecepatan Fan dan tombol On/off. Pin out Merupakan Keluaran  Microcontrol yg berupa Arus listrik Yg masih kecil,nantinya Arus ini akan di perkuat Oleh bagian IC penguat untuk Mengaktifkan Relay,Motor steper maupun SSR motor Fan.<br />
Micro control Menggunakan Catu daya/Power Suplly Sebesar 5Vdc,Konfigurasi PIN Tergantung Type dari Type Microcontrol.<br />
Contoh Gambar dan Konfigurasi Pin</li>
</ol>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1533" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign.png" alt="" width="1137" height="955" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign.png 1137w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign-300x252.png 300w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign-1024x860.png 1024w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign-768x645.png 768w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/pin-assign-600x504.png 600w" sizes="(max-width: 1137px) 100vw, 1137px" /></p>
<p><strong>2. Power Suply</strong></p>
<p>Power Suply Merupakan rangkaian sumber tegangan untuk kerja micro control,Suply tegangan terdiri dari 5Vdc untuk supply Micro control dan 12 Vdc untuk Suply Driver motor.<br />
Tegangan input sendiri masih tegangan PLN 220Vac,Untuk menghasilkan Tegangan 5V dan 12V diperlukan Rangkaian Regulatotor Untuk Menurunkan Tegangan dan Merubah Arus AC Menjadi DC.<br />
Regulator sendiri ada dua Macam Yaitu</p>
<p>&#8211; Sytem Tranformer<br />
Regulator ini menggunakan trafo untuk menurunkan tegangan dari tegangan 220Vac menjadi tegangan Yg lebih Kecil. Tegangan Tersebut masih berupa tegangan Bolak balik/AC untuk itu diperlukan Penyearah,Kapasitor,dan IC Regulator untuk menghasilkan tegangan Yg Konstan.<br />
Rangkaian Power Suply</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1535" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/supply-1.png" alt="" width="649" height="169" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/supply-1.png 649w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/supply-1-300x78.png 300w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/supply-1-600x156.png 600w" sizes="(max-width: 649px) 100vw, 649px" /></p>
<p>Cara Kerja :<br />
&gt; Trafo menurunkan tegangan 220V menjadi 12V-15V.<br />
&gt; Dioda Bridge Merubah Arus AC  Menjadi DC,Kapasitor ( ELCO ) Menyimpan dan Menyempurnakan Tegangan DC.<br />
&gt; IC 7812 Menurunkan tegangan dari 15VDC Menjadi 12 Vdc Hal ini bertujuan untuk menghasilkan tegangan Yg konstan,Tidak Terpengaruh oleh Perubahan tegangan PLN.<br />
&gt; IC 7805 Menurunkan tegangan dari 12Vdc menjadi 5Vdc,untuk supply Micro control.</p>
<p>&#8211; System Switching<br />
Pada power supply sistem switching, sinyal AC dari tegangan jala-jala listrik 220V disearahkan lebih dahulu menjadi tegangan DC melalui sebuah rangkaian dioda penyearah dan elko. Tegangan DC hasil penyearahan ini kemudian disaklar on-off secara terus menerus dengan frekuensi tertentu,Oleh IC atau transistor.<br />
Skema Regulator Swicting ac Samsung<br />
<img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1536" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/skema.png" alt="" width="628" height="325" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/skema.png 628w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/skema-300x155.png 300w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/09/skema-600x311.png 600w" sizes="auto, (max-width: 628px) 100vw, 628px" /></p>
<p>Cara Kerja :<br />
&gt; Dioda Bridge merubah Tegangan 220Vac Menjadi sekitar 300 Vdc ,Dan Disempurnakan &amp;diratakan Oleh Elco<br />
&gt; IC TNY Menswitching/Memberi Pulsa on off Pada Lilitan Primer Ferit<br />
Transformer,Besarnya Frequenzi berkisar 200Khz perdetik<br />
&gt; Pada Lilitan Sekunder menhasilkan Tegangan sekitar 12Volt,Tegangan DiSearahkan dan di Sempurnakan Oleh Elco<br />
&gt; IC 7805 Menurunkan tegangan Menjadi 5Vdc.<br />
&gt; IC 817 berfungsi sebagai Stabiliser tegangan Output, IC 817 Mendapat tegangan dari Output dan Mengirim Sinyal / Perintah pada IC TNY untuk Mengurangi atau menaikan Frequnsi Apabila terjadi perubahan Tegangan Output.</p>
<p>Disusun dan dipublikasikan oleh BIRO LITBANG APITU Indonesia<br />
PUJIONO/red</p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/">Bagian Bagian Control AC Split dan Fungsinya Bagian 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://apitu.org/artikel/bagian-bagian-control-ac-split-dan-fungsinya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dasar Elektronika dan Trouble Shooting Modul Ac Split Bagian 1</title>
		<link>https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/</link>
					<comments>https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Biro Litbang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2018 06:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Litbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://apitu.org/?p=1473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apitu.org&#8211;Teknologi&#8211;Seiring makin majunya Tekhnologi, semakin berkembang pula teknologi dibidang Pengkodisian Udara,Perkembangan ini terutama terjadi pada ... <a class="cz_readmore" href="https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/"><i class="fa czico-189-arrows-1" aria-hidden="true"></i><span>Baca Selengkapnya</span></a></p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/">Dasar Elektronika dan Trouble Shooting Modul Ac Split Bagian 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apitu.org&#8211;Teknologi&#8211;Seiring makin majunya Tekhnologi, semakin berkembang pula teknologi dibidang Pengkodisian Udara,Perkembangan ini terutama terjadi pada System Control dari AC ,dimana kini AC menjadi lebih pintar, effisien dan safety.<br />
Untuk memahami kerja dan kendala pada Control AC kali ini kita coba untuk Belajar Komponen, Bagian, Fungsi dan Kendala dari Control AC.</p>
<p><strong>Komponen Dasar Elektronika</strong></p>
<p><em><strong>A.  Resistor.</strong></em><br />
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.</p>
<p><figure id="attachment_1474" aria-describedby="caption-attachment-1474" style="width: 539px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1474" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar1.png" alt="" width="539" height="484" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar1.png 539w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar1-300x269.png 300w" sizes="auto, (max-width: 539px) 100vw, 539px" /><figcaption id="caption-attachment-1474" class="wp-caption-text">Gambar Simbol Resistor diambil dari Eksternal</figcaption></figure></p>
<p>Cara Menghitung Nilai resistor Berdasar warna Kode gelang</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1475" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar2.png" alt="" width="399" height="485" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar2.png 399w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/gambar2-247x300.png 247w" sizes="auto, (max-width: 399px) 100vw, 399px" /></p>
<p>Keterangan untuk 4 band :</p>
<p>&#8211; Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka dari resistor tersebut.<br />
&#8211; Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali (banyaknya nol).<br />
&#8211; Gelang ke-4 menyatakan toleransi.<br />
Misalnya :<br />
Resistor dengan warna : <span style="color: #ff0000;">merah</span> hitam <span style="color: #ffff00;">kuning</span> <span style="color: #999999;">perak</span><br />
Maka nilainya : 2 0 104 10%<br />
Berarti nilai resistor tersebut adalah = 200.000 Ohm atau 200 Kohm dengan<br />
toleransi sebesar 10%.<br />
Range hambatan resistor tersebut adalah<br />
= 200.000 ± 10%<br />
= 10% x 200.000 = 20.000 Ohm<br />
= 200.000 – 20.000 sampai 200.000 + 20.000</p>
<p>= 180.000 sampai 220.000 Ohm.<br />
Cara Pengecekan Resistor menggunakan AVO meter,dan disarankan menggunakan AVO digital untuk Hasil yg akurat.</p>
<p><em><strong>B. Kapasitor</strong></em><br />
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)<br />
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.</li>
<li>Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum</li>
</ol>
<p>Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.</p>
<p><figure id="attachment_1476" aria-describedby="caption-attachment-1476" style="width: 539px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1476" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/kapasitor.png" alt="" width="539" height="376" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/kapasitor.png 539w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/kapasitor-300x209.png 300w" sizes="auto, (max-width: 539px) 100vw, 539px" /><figcaption id="caption-attachment-1476" class="wp-caption-text">Gambar simbol Capasitor diambil dari eksternal</figcaption></figure></p>
<p>Cara Pengetesan ELKO menggunakan Avo meter jarum maupun kapasitor Tester.<br />
Berikut langkah Pengecekan :<br />
Pastikan Saklar selector Multi meter berada pada Ohm meter dengan ketentuan<br />
• Jika Elco berukuran kecil maka arahkan selector pada pengali Ohm yang besar, Namun jika Elco berukuran besar arahkan Selector pada pengali yang kecil, Misalnya Elco 1uF/10V maka arahkan selector pada x 10K ohm namun jika elco ukuran 6800uF/60V arahkan saklar selector pada x 1 atau x 10 Ohm.<br />
• Setelah itu tempelkan kedua ujung Multimeter pada masing-masing kaki elco.sambil memperhatikan jarum multimeter.<br />
• Jika jarum bergerak menuju skala tertentu kemudian kembali lagi menuju skala 0 (mentok kekiri) berarti Elco masih dalam keadaan baik atau bagus<br />
• Namun bila jarum bergerak menuju skala tertentu dan kembali tidak sampai ke 0 (mentok ke kiri) berarti elco dalam keadaan setengah baik/ setengah rusak.<br />
• Jika Elco bergerak sampai mentok dan tidak kembali, berarti elco sudah konslet (terjadi hubung singkat).<br />
Jika Elco tidak bergerak sama sekali berarti elco sudah putus dan tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p><em><strong>C. Dioda</strong></em><br />
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.<br />
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari beberapa Type diantaranya :</p>
<ol>
<li>Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).</li>
<li>Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.</li>
</ol>
<p>LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.</p>
<p><figure id="attachment_1478" aria-describedby="caption-attachment-1478" style="width: 539px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1478" src="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/diode.png" alt="" width="539" height="476" srcset="https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/diode.png 539w, https://apitu.org/wp-content/uploads/2018/08/diode-300x265.png 300w" sizes="auto, (max-width: 539px) 100vw, 539px" /><figcaption id="caption-attachment-1478" class="wp-caption-text">Gambar Simbol Dioda diambil Eksternal</figcaption></figure></p>
<p>Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Analog<br />
1. Aturkan Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x100<br />
2. Hubungkan Probe Merah pada Terminal Katoda (tanda gelang)<br />
3. Hubungkan Probe Hitam pada Terminal Anoda.<br />
4. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter<br />
5. Jarum pada Display Multimeter harus bergerak ke kanan<br />
6. Balikan Probe Merah ke Terminal Anoda dan Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda gelang).<br />
7. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter<br />
8. Jarum harus tidak bergerak.<br />
**Jika Jarum bergerak, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah rusak.</p>
<p>[su_button url=&#8221;https://apitu.org/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-2/&#8221; target=&#8221;blank&#8221;]Artikel berikutnya[/su_button]</p>
<p>Disusun dan dipublikasikan oleh BIRO LITBANG APITU Indonesia<br />
PUJIONO/red</p>
<p>Artikel <a href="https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/">Dasar Elektronika dan Trouble Shooting Modul Ac Split Bagian 1</a> pertama kali tampil pada <a href="https://apitu.org">APITU Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://apitu.org/artikel/dasar-elektronika-dan-trouble-shooting-modul-ac-split-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
