PACET, MOJOKERTO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) APITU Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri HVACR melalui penyelenggaraan APITU Jatim University Series bertajuk “Kelas Pengembangan Bisnis: Kelas yang Merubah Teknisi Menjadi Pebisnis HVACR”. Kegiatan yang berlangsung di Villa Olivia, Pacet, Mojokerto ini menjadi wadah pembelajaran strategis bagi para teknisi untuk mengembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kewirausahaan sehingga mampu membangun bisnis HVACR yang berdaya saing.

Program ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Dewan Pengurus Cabang (DPC) APITU se-Jawa Timur. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi komprehensif yang memadukan pengalaman praktis para pelaku usaha sukses dengan konsep manajemen bisnis modern.

Hadir sebagai narasumber para praktisi senior APITU Jawa Timur, yaitu Agus Sartono, Ari Wahyudi, Andreas Wardoyo, dan Aris Adi Stiawan, yang membagikan pengalaman nyata dalam membangun dan mengembangkan usaha di bidang HVACR.

Hari Pertama: Membangun Mentalitas Pebisnis

Rangkaian kegiatan dibuka secara khidmat dengan pembacaan basmalah oleh Puji Mulyo, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars APITU Indonesia. Suasana penuh semangat mencerminkan tekad seluruh peserta untuk terus berkembang bersama organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, menyampaikan bahwa APITU University merupakan salah satu langkah nyata organisasi dalam menciptakan pelaku usaha HVACR yang profesional.

“Belajar bersama dan tumbuh bersama dengan tergabung dalam APITU sehingga bisa menjadi pebisnis HVACR yang handal. APITU harus benar-benar menjadi wadah yang kokoh bagi komunitas dan lingkungan sekitar, serta mampu mengakomodasi harapan seluruh anggota,” ujar Ihat Rustandi.

Ia juga berharap program ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi para anggota APITU.

Inspirasi dari Para Narasumber

Sesi testimonial yang dipandu oleh Ketua DPC APITU Sidoarjo, Eris Setiawan, menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta. Para narasumber membagikan perjalanan bisnis mereka, mulai dari tantangan awal hingga berhasil membangun perusahaan yang berkembang.

Agus Sartono menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat.

“Kunci sukses menjadi seorang pebisnis agar terus berkembang adalah bekerja dengan benar, serius, dan menjaga kejujuran.”

Sementara itu, Andreas Wardoyo membagikan kisah perjuangannya bangkit dari keterpurukan hingga mampu membangun usaha yang stabil. Menurutnya, kejujuran merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis, disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan yang cepat serta tepat.

Berbeda dengan keduanya, Ari Wahyudi menekankan pentingnya lingkungan positif dalam mempercepat perkembangan usaha. Ia mengungkapkan bahwa keaktifannya di APITU Indonesia membantunya memperoleh banyak wawasan mengenai pengelolaan SDM dan keuangan perusahaan.

Menurutnya, niat yang baik dan tanggung jawab terhadap setiap persoalan menjadi modal penting dalam membangun bisnis yang sehat.

Diskusi Interaktif yang Sarat Solusi

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi bersama narasumber. Berbagai pengalaman lapangan menghasilkan sejumlah poin penting sebagai bekal transformasi dari teknisi menjadi pengusaha, antara lain:

  • pentingnya membangun dan mempertahankan SDM yang berkualitas;
  • menjaga konsistensi dalam menjalankan bisnis agar tetap berada pada jalur yang benar;
  • berani mengambil risiko dengan perhitungan yang matang;
  • menyelaraskan visi, misi, dan standar perusahaan kepada seluruh karyawan; serta
  • menjadikan kejujuran sebagai modal utama dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Business Model Canvas dan OKR untuk Bisnis HVACR

Pada sesi utama, Aris Adi Stiawan memperkenalkan dua perangkat manajemen modern yang kini banyak diterapkan perusahaan, yaitu Business Model Canvas (BMC) dan Objectives and Key Results (OKR).

Melalui pendekatan yang aplikatif, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga langsung melakukan simulasi penyusunan model bisnis, identifikasi proposisi nilai, struktur biaya, hingga penetapan target perusahaan menggunakan metode OKR.

Metode pembelajaran berbasis praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami bagaimana menyusun arah bisnis secara sistematis dan terukur.

Hari Kedua: Dari Operator Menjadi Strategis

Memasuki hari kedua, materi difokuskan pada penyelesaian berbagai persoalan nyata yang sering dihadapi pelaku usaha HVACR.

Dalam pemaparannya, Aris Adi Stiawan menekankan bahwa seorang pemilik usaha harus mulai mengubah pola pikir dari seorang operator lapangan menjadi seorang pengelola bisnis.

“Materi ini diberikan agar bisnis yang telah dibangun menjadi lebih terarah, mudah, dan efisien. Kita seharusnya sudah tidak lagi menjadi operator di lapangan, tetapi menjadi marketing bagi perusahaan yang kita jalankan.”

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang profesional dengan memisahkan keuangan pribadi dan keuangan perusahaan agar arus kas usaha tetap sehat.

Bedah Kasus dan Solusi Praktis

Dalam sesi problem solving, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Bersama para narasumber, dirumuskan sejumlah solusi praktis, di antaranya:

Pengelolaan SDM

Perusahaan perlu memiliki Standard Operating Procedure (SOP), target kerja yang jelas, serta sistem penghargaan yang mampu meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan.

Strategi Pengembangan Pasar

Pelaku usaha didorong untuk terus mengikuti perkembangan pasar, memperkuat fungsi pemasaran, dan membentuk tim khusus yang fokus pada pengembangan bisnis di luar aktivitas operasional.

Menghadapi Fluktuasi Bisnis

Peserta diperkenalkan pada metode CAR (Correction, Action, Request) sebagai pendekatan dalam melakukan evaluasi, mengambil tindakan, dan menyusun perbaikan berdasarkan data yang objektif.

Membangun Kepercayaan kepada Karyawan

Kepercayaan harus dibangun melalui sistem pengawasan dan transparansi, bukan semata-mata berdasarkan hubungan personal.

Menyelaraskan Visi Perusahaan

Visi, misi, serta target perusahaan melalui OKR perlu disosialisasikan secara berkala agar seluruh karyawan memiliki rasa memiliki terhadap perusahaan dan bergerak menuju tujuan yang sama.

APITU University Akan Terus Berlanjut

Menutup kegiatan, Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, menyampaikan sejumlah rencana strategis organisasi ke depan.

Pertama, APITU University akan dikembangkan menjadi program pembelajaran berkelanjutan yang mengombinasikan materi teknis dan pengembangan bisnis.

Kedua, DPD APITU Jawa Timur berkomitmen memberikan kontribusi terbaik dalam menyukseskan agenda nasional APITU Berbagi XIV di Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer APITU Indonesia.

Ketiga, DPD APITU Jawa Timur tengah mempersiapkan agenda Gathering DPD Jatim berikutnya yang akan diselenggarakan di Jember dengan konsep yang lebih inovatif dan memberikan pengalaman baru bagi seluruh anggota.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Kegiatan APITU Jatim University mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari seluruh peserta. Banyak anggota berharap program pendampingan bisnis seperti ini dapat diperluas hingga tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC), sehingga semakin banyak anggota APITU yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi manajerial dan kewirausahaan.

Melalui APITU University Series, DPD APITU Jawa Timur tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong lahirnya para pengusaha HVACR yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri. Program ini menjadi bukti bahwa transformasi seorang teknisi menjadi pebisnis bukan sekadar impian, melainkan sebuah proses yang dapat diwujudkan melalui pembelajaran, kolaborasi, dan komitmen untuk terus berkembang bersama.

Dilaporkan oleh Biro IT dan Publikasi DPD Jawa Timur
-Fariz

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *