SURABAYA — Dewan Pengurus Cabang (DPC) APITU Surabaya menggelar Kopi Darat (Kopdar) perdana di bawah kepemimpinan kepengurusan baru periode 2026–2029. Mengusung tema “Manajemen Bisnis dan Pengembangan Usaha”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas manajerial dan kemandirian usaha para anggota.
Kegiatan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di Sekretariat DPD APITU Jawa Timur, Jalan Mojo 3A No. 8, Surabaya. Kopdar diikuti dengan antusias oleh jajaran pengurus dan anggota DPC APITU Surabaya serta sejumlah tamu undangan dari lingkungan APITU Jawa Timur.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD APITU Jawa Timur Ihat Rustandi beserta jajaran pengurus DPD, Penasehat DPD Jatim dan DPC Surabaya, Pembina DPC Surabaya Siswoyo, narasumber Aris Adi Stiawan, perwakilan sponsor dari Galaxy Andromeda, serta perwakilan DPC APITU Gresik dan DPC APITU Madura.
Rangkaian acara dipandu oleh Bambang Sutejo selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan Basmalah, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars APITU Indonesia.
Penguatan Organisasi di Bawah Kepengurusan Baru
Ketua DPC APITU Surabaya terpilih, Hendra Santoso, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran serta dukungan seluruh pengurus dan anggota dalam pelaksanaan Kopdar perdana tersebut.
Pada kesempatan itu, Hendra juga memaparkan sejumlah rencana dan program kerja DPC APITU Surabaya untuk periode 2026–2029. Menurutnya, keberadaan organisasi harus mampu memberikan ruang bagi anggota untuk berkembang, baik dari sisi kompetensi, jejaring maupun pengelolaan usaha.
Hendra turut mengajak seluruh anggota DPC APITU Surabaya untuk berpartisipasi dalam agenda tahunan DPD APITU Jawa Timur, yakni Family Gathering yang direncanakan berlangsung di Pantai Papuma, Jember, pada November 2026.
Sementara itu, Ketua DPD APITU Jawa Timur, Ihat Rustandi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kopdar perdana tersebut. Ia berharap kepengurusan baru DPC APITU Surabaya dapat terus melakukan pembenahan dan membangun kolaborasi yang kuat antara pengurus dan anggota.


Menurut Ihat, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada keterlibatan aktif seluruh anggota dalam berbagai kegiatan. Karena itu, ia kembali mengajak keluarga besar APITU Surabaya untuk bersama-sama menyukseskan berbagai agenda organisasi, termasuk Family Gathering DPD APITU Jatim di Jember.
Pesan serupa disampaikan Pembina DPC APITU Surabaya, Siswoyo. Ia berharap kegiatan Kopdar tidak berhenti sebagai agenda berkumpul semata, tetapi dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang usaha di bidang HVACR.
Mendorong Perubahan Mindset: Dari Teknisi Menjadi Pejuang Bisnis
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi Manajemen Bisnis dan Pengembangan Usaha yang disampaikan oleh Aris Adi Stiawan.

Materi tersebut dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan para praktisi dan pelaku usaha di bidang tata udara dan pendingin atau HVACR. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah bagaimana membangun bisnis yang lebih terstruktur sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pemilik atau teknisi.
Aris menjelaskan bahwa untuk membangun bisnis AC yang mampu berjalan secara lebih sistematis atau menuju konsep “Auto Pilot”, diperlukan sinergi dari sejumlah elemen penting, antara lain SWOT Analysis, SOP, dan KPI.
SWOT Analysis digunakan untuk memetakan kondisi bisnis, mulai dari kekuatan, kelemahan, peluang hingga tantangan yang dihadapi. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan usaha.
Selanjutnya, Standard Operating Procedure (SOP) diperlukan sebagai pedoman dalam menjalankan proses operasional. Dengan SOP yang jelas, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih konsisten, terukur dan mengurangi potensi kesalahan.
Sementara Key Performance Indicator (KPI) berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kinerja tim dan pencapaian bisnis berdasarkan target yang telah ditentukan.
Ketiga elemen tersebut, menurut Aris, harus berjalan secara terintegrasi agar pemilik usaha dapat membangun sistem kerja yang tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga memiliki mekanisme operasional yang dapat dijalankan oleh tim.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa fondasi utama dalam mengembangkan bisnis bukan hanya sistem, tetapi juga perubahan mindset.
“Teknisi perlu mulai melihat dirinya bukan hanya sebagai pekerja lapangan, tetapi juga sebagai pejuang bisnis yang memahami bagaimana usaha dibangun, dikelola dan dikembangkan,” menjadi salah satu pesan penting dalam sesi tersebut.
Aris juga mengajak anggota DPC APITU Surabaya untuk memperdalam pemahaman mengenai manajemen usaha melalui program HVACR Entrepreneur di APITU Jatim University.
Delapan Fondasi Menuju Bisnis HVACR yang Lebih Terstruktur
Dalam pemaparannya, Aris menjelaskan sejumlah manfaat yang dapat diperoleh melalui pembelajaran bisnis secara terstruktur. Materi tersebut mencakup:
- Perubahan mindset bisnis yang tepat;
- Pembentukan fondasi bisnis yang kokoh;
- Penataan alur dan manajemen keuangan;
- Membangun sistem bisnis menuju konsep auto pilot;
- Penguatan tata kelola usaha;
- Membangun manajemen pemasaran yang terarah;
- Strategi pengembangan usaha secara berkelanjutan;
- Penerapan Spiritual Management dalam berbisnis.
Materi tersebut memberikan perspektif bahwa kemampuan teknis merupakan salah satu modal penting dalam bisnis HVACR, namun perlu dilengkapi dengan kemampuan mengelola organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia dan sistem operasional.
Aris juga memberikan penekanan pada dua indikator yang dapat digunakan pelaku usaha untuk melihat perkembangan bisnisnya secara rutin, yakni kemampuan mendatangkan pelanggan baru setiap hari serta konsistensi melakukan evaluasi dan analisis terhadap pekerjaan harian.
Dengan melakukan evaluasi secara rutin, pelaku usaha dapat mengetahui bagian mana yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.
Kopdar Menjadi Ruang Berbagi dan Membangun Kolaborasi
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha di bidang HVACR.

Diskusi berlangsung hangat dan menunjukkan antusiasme peserta terhadap pengembangan bisnis. Berbagai pengalaman di lapangan menjadi bahan pertukaran pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi anggota.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta.
Kopdar perdana DPC APITU Surabaya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kepengurusan yang semakin solid sekaligus mendorong peningkatan kapasitas para anggotanya.
Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat kolaborasi, memperluas wawasan bisnis, serta mendorong para praktisi HVACR untuk mengembangkan usaha yang lebih profesional, mandiri dan berkelanjutan.
Melalui semangat bersama untuk bertumbuh, DPC APITU Surabaya diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat kompetensi teknis anggotanya, tetapi juga melahirkan semakin banyak pelaku usaha HVACR yang memiliki kemampuan manajerial dan daya saing di tengah perkembangan industri tata udara dan pendingin.
Dilaporkan oleh Biro IT & Publikasi DPD Jawa Timur
-Fariz


Belum ada komentar